Friday, 19 May 2017

3 tahun 3 jam

3 tahun. 

Cebisan nama tu tak berganjak. 
Langsung tidak.

Gumpal cerita, 
Simpan biar jiwa tak bersuara.
Simpan, percaya dengan apa kau percaya.

Percayakan bayu, sangka dingin mencengkam kalbu.
'Mungkin-mungkin' pelangi ceria, takkan hujan lebat mau tangisi silapnya.

Dan belum pun gerimis selesai, 
Cahaya pun tak mungkin terbias,
Ah, sang petir pula yang menggolak seribut. 
Serabut. Ah, aku salah!

3 tahun, 
Dan hujan bawa kau angin deras. 
Angin beku. 
Bukan nama itu.
Bukan yang kau cuba simpan itu.

3 jam,
kau belajar redha,
Aplikasi : percaya Tuhan lebih tahu semua.
Yang kau suka, Dia tahu- boleh jadi bencana. 
"Allah nak bagi lebih baik berjuta kali ganda." - pujuk Na.
Bukan tak sedih bukan tak nangis,
3 tahun. 
Tapi ya, Dia yg Maha kuasa takkan susun ni saja-saja. 
Tak kan. 
Ada 'benda' yang kau kena teroka, terima. 

3 jam.
Lepaskan dan redha. 
Bukan nama itu.

3 jam dan kau lepaskan dengan rela.


Friday, 28 April 2017

Best Friend :)

Some people said, " best friend mana gaduh. " Well, that's not true apparently. Because even Musa pun bergaduh dgn Harun. Actually, dlm al- Quran ada mentioned about this.

Allah informs of what happened when Musa returned to his people and saw the great matter that had taken place among them. With this he became filled with anger and he threw down the Divine Tablets that he had in his hand. Then, he grabbed his brother Harun by his head and pulled him towards himself. We expounded upon this previously in Surat Al-A`raf, where we mentioned the Hadith,

«لَيْسَ الْخَبَرُ كَالْمُعَايَنَة»

(Information is not the same as observation.) Then, he began to blame his brother, Harun, by saying,

﴿مَا مَنَعَكَ إِذْ رَأَيْتَهُمْ ضَلُّواْأَلاَّ تَتَّبِعَنِ﴾

(What prevented you when you saw them going astray; that you followed me not) meaning, "You should have informed me of this matter as soon as it happened.''

﴿أَفَعَصَيْتَ أَمْرِى﴾

(Have you then disobeyed my order) "In that which I entrusted to you,'' referring to Musa's statement,

﴿اخْلُفْنِى فِى قَوْمِى وَأَصْلِحْ وَلاَ تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ﴾

(Replace me among my people, act in the right way and follow not the way of the mischief-makers.)﴿7:142﴾

﴿قَالَ يَبْنَؤُمَّ﴾

(He (Harun) said: "O son of my mother!'') This mentioning of the mother was Harun's attempt to soften Musa's anger, because he was Musa's biological brother and they had the same parents. The mentioning of the mother here is more delicate and profound in bringing about gentleness and mildness. This is why he said,

﴿يَبْنَؤُمَّ لاَ تَأْخُذْ بِلِحْيَتِى وَلاَ بِرَأْسِى﴾

(O son of my mother! Seize (me) not by my beard, nor by my head!) This was Harun's excuse to Musa for being delayed from coming to him and informing him of the great mishap that took place. He said,

﴿إِنِّى خَشِيتُ﴾

(Verily, I feared) meaning, "I was afraid to come after you and inform you of this, because I thought you might accuse me of leaving them alone and causing division between them.''

﴿وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِى﴾

(and you have not respected my word!) This means, "And you did not take care of what I commanded you to do when I left you in charge of them.'' Ibn `Abbas said, "Harun was respectful and obedient to Musa.''

﴿قَالَ فَمَا خَطْبُكَ يسَـمِرِيُّ - قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَبْصُرُواْ بِهِ فَقَبَضْتُ قَبْضَةً مِّنْ أَثَرِ الرَّسُولِ فَنَبَذْتُهَا وَكَذلِكَ سَوَّلَتْ لِى نَفْسِى - قَالَ فَاذْهَبْ فَإِنَّ لَكَ فِى الْحَيَوةِ أَن تَقُولَ لاَ مِسَاسَ وَإِنَّ لَكَ مَوْعِداً لَّن تُخْلَفَهُ وَانظُرْ إِلَى إِلَـهِكَ الَّذِى ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفاً لَّنُحَرِّقَنَّهُ ثُمَّ لَنَنسِفَنَّهُ فِى الْيَمِّ نَسْفاً - إِنَّمَآ إِلَـهُكُمُ اللَّهُ الَّذِى لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَسِعَ كُلَّ شَىْءٍ عِلْماً ﴾

(95. (Musa) said: "And what is the matter with you. O Samiri'') (96. (Samiri) said: "I saw what they saw not, so I took a (Qabdah) handful (of dust) from the (hoof) print of the messenger and threw it. Thus my inner self suggested to me.'') (97. Musa said: "Then go away! And verily, your (punishment) in this life will be that you will say: `Touch me not;' and verily, you have a promise that will not fail. And look at your god to which you have been devoted. We will certainly burn it, and scatter its particles in the sea.'') (98. Your God is only Allah, there is no God but Him. He has full knowledge of all things.)

So i think, the mindset of "best friend mana gaduh" will make us even sadder if we have some misunderstanding with our best friends. And dalam ketidaksefahaman kita and oir best friend tu, is actually a room to learn and know her more. Why she acted like that? Is she fine if I say like this? Was she okay when I did this to her ect. If everything is smooth and silky, haha trust me, that's just an acquaintance, not a best friend. :)

Friday, 7 April 2017

Museum HBUK

Alhamdulillah. I got many of great experiences at Hospital Bahagia Ulu Kinta, Tanjung Rambutan. This hospital was built since 1911. Yeah, it was more than 100 years!!

With Aini, Khalilah and Ain! :)

One of the fruitful experiences I had was during the visit to the museum.

Seriously, I love museum so much since that time. Especially, when we had some explanation about the history from Prof Fadzilah during the visit.

"This is the gift of Toronto to the world." Prof said when referring to the insulin as one of the early psychiatric drug management in the early 1930's. Before the drugs was invented, most of the management are basically only, restrain and isolate the patient. And now, we are so grateful to have many kind of interventions for mental illness such as anti-depressant, antipsychotic, anxiolytic, ECT and pyshosocialspiritual therapy as well.

A thought had crossed my mind during the visit when i'm so amazed with all the old technologies and the old drugs.
"Hebatnya teknologi puluh-puluh ratus-ratus tahun lepas ni."

The early generations, the profesor and the scientist,  they created stethoscope, EEG, ECG, ECT, drugs, and so on.

Not to forget, the first medical invention and intervention was made by the Islamic scholars such as Ibnu sina, Khawarizmi, and ect.

They are the first one who created and invented, where today's generation are just upgrading and improving their ideas to have better outcomes.

"Macamna depa dapat ideas hebat macam ni, during zaman dulu2 yang source of information sangat la sikit.  How the brain works sooo brilliantly?!"

"Hebat hebat hebat!"- Not realizing that all I was thinking were just hebatnya ciptaan dan manusia yg menciptakan.

But who the one who create that super duper brilliant brains?

Kehebatan tu takkanlah terletak pada otak yg depa sendiri x boleh nak cipta sebuah otak sehebat tu. Human failed many times to invent a perfect clone of human.

We human, mudah sangat kan nak rasa takjub dengan kehebatan insan and makhluk, however, we're too often forget (susah nak nampak) semua tu datang dari Allah.

Allah. Dia lah yang menciptakan segala ssuatu. Dia Maha Hebat, Maha Bijaksana.

Dan segala kepujian kehebatan sepatutnya selayaknya hanya perlu berbalik kepada Dia yg menciptakan segala kehebatan. Allah.

This is Seha and me! <3

p/s: Now I know, why my best friend loves museum that much. I'm looking forward for more museum to be explored. Insyaallah. :)

Make your passion as your profession! #HBUK

[Psychiatric Posting Attachment at Hospital Bahagia Ulu Kinta, Tanjung Rambutan.]

Even you're not good at a thing at the beginning, if you really love and enjoy doing it, you'll eventually be good at it.

But even if you're really good at a thing, but you don't have passion & suffers doing it, you'll end up losing your skills and potential.

And if you really love your work,  even a 5 cents of salary will be enough for you.  But if you didn't enjoy and love your work, even if you are paid RM 5 million, it'll never be enough..

"Love what you're doing, find passion in it"

"Love what you're doing, understand and find yourself"

-Dr Norhayati ; Pengarah HBUK-
7 April 2107

Wednesday, 29 July 2015

Tak Tahu

Jiwa ini ada rasa.
yang aku tak tahu apa.


Aku tak tahu,
dingin apa yang mencengkam.

Aku tak tahu,
bara apa yang membakar.

Ada rasa yang aku mati mencari kata.

Aku tak tahu. Benarlah, aku keliru.

Fikir ini ada lupa,
yang ku cari tak jumpa.
Dan akan ku kata, aku tak tahu.

Izinkan aku untuk tidak tahu.
Izinkan aku untuk bicarakan yang memang aku tak tahu.
Izinkan aku membebaskan segala peluh beban yang aku tak tahu.

Aku tak tahu.

Monday, 27 July 2015

Muslim dari sudut Aqidah 1 :)

Beberapa ketika ini, Allah mengirimkan saya dengan sedikit kegelisahan di jiwa yang membawa saya kembali bertamu di laman murobbi tercinta, Matri.

Bicara murobbi-murobbi yang saya amati sepanjang bersama mereka menyedarkan saya akan masih terlalu lompong rasa percaya dan yakin saya kepada Allah.
Perasaan resah dan gelisah itu lahir dari hati yang tidak berhubung terus dan tidak bergantung penuh kepada Allah. Dari itu, saya sedar mungkin kejelasan tentang aqidah yang masih banyak masalah, masih lemah.

Kesedaran yang sedikit ini menyeret saya untuk kembali membelek risalah Apa Ertinya Saya Menganut Islam, tulisan Fathi Yakan. Mencari jawapan, di mana titik rawatan.


BAB 1 : Saya mestilah muslim dari sudut aqidah.

Saya mestilah beriman bahawa : 

1. Pencipta alam ini adalah -  Tuhan yang Bijaksana lagi Berkuasa, Maha Mengetahui serta tidak memerlukan pertolongan sesiapapun. 

2. Tuhan yang Maha Mulia tidaklah mencipta segala kejadian alam secara sia-sia tanpa apa-apa tujuan. Mustahil bagi Allah yang bersifat dengan sifat-sifat kesempurnaan menciptakan sesuatu dengan sia-sia.

3. Allah telah mengutuskan Rasul-rasul dan diturunkan untuk mereka kitab-kitab dengan tujuan mengajar manusia agar mengenali Allah dan memahami matlamat kejadian mereka, mengetahui asal-usul mereka dan kemana mereka akan kembali. Juga beriman bahawa Nabi Muhammad adalah Rasul terakhir dan dikurniakan kepadanya Al-Quran sebagai mukjizat yg berkekalan.

4. Matlamat kewujudan insan ialah mengenali Allah, memberi sepenuh ketaatan kepadaNya dan mengabdikan diri kepadaNya.

5. Ganjaran bagi orang mukmin yang taat kepada Allah ialah syurga dan balasan ke atas orang kafir lagi durhaka ialah api neraka.

6. Manusia melakukan kebaikan dan kejahatan dengan pilihan dan kehendak mereka sendiri. Namun, kebaikan yang dilakukan itu tidaklah berlaku, melainkan dengan taufiq dan i'nayah dari Allah. Manakala amalan jahat pulak tidaklah paksaan dari Allah tetapi iaya termasuk dalam batasan keiizinan dan kehendaknya.

7. Urusan penciptaan undang-undang adalah hak mutlak Allah. Manusia tidak harus sama sekali mendahului atau membelakanginya. Yang dibolehkan hanyalah ijtihad yang ditentukan oleh para ulama'.

8.Berusaha mengetahui nama-nama dan sifat-sifat Allah yang layak bg kemuliannya.

9. Berfikir merenungi kehebatan dan kejadian -kejadian Allah, bukan memikirkan tentang ZatNya.

10. Berhubung dengan sifat-sifat kesempurnaan Allah.

-akan bersambung.

Friday, 24 May 2013

DEar Qalbu :)

Qalbu ini bagaikan wadah,
 wadah yang paling baik 
adalah wadah yang paling banyak memuatkan kebaikan dan petunjuk,
wadah yang paling buruk 
adalah wadah yang paling banyak memuatkan kesesatan, kerosakan dan dikuasai oleh hawa nafsunya. 

Allah menguji qalbu untuk menentang hawa nafsu
agar yang berjaya menentangnya 
dapat meraih syurga sebagai tempat tinggalnya yang abadi.

 Sebaliknya, orang yang tidak berhak mendapat syurga 
kerana mengikuti hawa nafsunya, 
berhak menghuni neraka yang sangat besar nyala apinya.

 Mereka menjadikan hawa nafsunya 
selalu memerintah kepada keburukan 
sebagai menu dan santapannya
serta menjadikan penyakit 
yang mengganggu-gugat ketenangan jiwanya 
dengan menjauhi ubat penawarnya. 

Allah telah mewajibkan kepada hamba-Nya 
untuk mendurhakai hawa nafsunya 
dan menentang segala keinginannya 
dalam usianya yang pendek ini.

 Allah telah memerintahkan kepada hamba-Nya
 untuk mengekang nafsu syahwatnya yang bila diperturutkan akan membinasakan dirinya.

Allah telah mencipta
 qalbu ini untuk urusan yang besar 
dan mempersiapkannya untuk menjalani
 berbagai cubaan yang berat-berat

Untuk itu, Dia telah menyediakan
 baginya impalan pahala berupa kenikmatan abadi 
yang belum pernah dilihat oleh mata,
 belum pernah didengar oleh telinga, 
dan belum pernah terlindas dalam hati seorang manusiapun.


 Allah sengaja menghijabi alam kenikmatan 
ini dengan tirai-tirai yang tidak disukai (oleh nafsu)
untuk memeliharanya dari dicapai oleh orang-orang 
yang berjiwa hina dan
 hanya mengutamakan hal-hal yang rendah dan hina.

Dengan yang demikian,
 yang berjuang untuk meraihnya 
hanyalah mereka yang berjiwa mulia
 dan bercita-cita tinggi.

 Mereka yang membekali diri 
 dengan tekad yang membaja 
dan semangat yang berkobar-kobar 
sehingga dapat menghantar mereka 
untuk meraih tujuan terakhir yang paling mulia.

Mereka memenuhi seruan Rabb 
mereka di saat mereka diserukan dengan ucapan ‘hayya ‘ala falaah’ , 
mereka mengorbankan jiwa mereka 
di jalan yang diredhai-Nya 
dengan pengorbanan yang suka rela 
dan penuh dengan ketulusan;
 dan mereka meneruskan perjalanan  
mereka secara terus menerus 
 untuk sampai kepada-Nya, 
baik di pagi hari, mahupun di petang hari. 

Mereka mengalami keletihan sebentar,
 tetapi mereka memperoleh kesenangan abadi
dan mereka meninggalkan hal yang kecil

Sumber dari  buku Raudhatul Muhibbin tulisan Ibn Qayyim al Jauziyah.